Thursday, 8 December 2016

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Tahun ke-6 Hijriah, 1400-an umat muslim yg tinggal di Medinah dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW akan berhaji menuju Mekah dgn berjalan kaki selama hampir 1 bulan. Ketika rombongan mencapai lembah hudaibiyah, mereka dihadang pasukan Quraish. Mereka dilarang masuk ke kota Mekah dan melaksanakan haji.

Setelah bernegosiasi, disepakati "Perjanjian Hudaibiyah". Hampir semua isi kesepakan merugikan pihak muslim.

Usai menyelesaikan penulisan perjanjian itu, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat, “Bangkitlah, sembelihlah hewan kalian, kemudian bercukurlah!” Namun tak satu pun dari mereka yang bangkit. Rasulullah SAW mengulangi perintahnya hingga ketiga kalinya, namun tetap tak ada satu pun yang beranjak. Kemudian beliau menemui Ummu Salamah RA (istri beliau yg ikut dalam perjalanan tsb) dan menceritakan apa yang terjadi. Ummu Salamah pun memberikan gagasan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau ingin agar mereka melakukannya? Bangkitlah, jangan berbicara pada siapa pun hingga engkau menyembelih hewan dan memanggil seseorang untuk mencukur rambutmu.”

Rasulullah SAW mengikuti nasehat istrinya. Dan masalahpun selesai. Para sahabat memotong hewannya dan bercukur.

Allah menurunkan QS Al Fath 48:1
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"

Kemenangan sebenarnya adalah saat kita mampu menguasai emosi di saat marah, disaat titik terendah dari kekecewaan atau kesedihan kita. Karena musuh terbesar sebenarnya adalah nafsu itu sendiri.

Lesson learned:
1. Semakin mempelajari sunnah Rasulullah SAW, akan semakin cinta kepada hamba Allah yg paling mulia ini. Mari pelajari sirah Muhammad SAW.
2. Istri yg baik itu, akan selalu menjadi air penyejuk utk suaminya. Semoga kita para wanita bisa menjadi istri-istri yg bisa memberikan manfaat utk suami-suami kita.

No comments:

Post a Comment