Wednesday, 30 December 2015

Ikhtiar kemudian tawakal

Takdir adalah kuasa Allah.

Maryam yang sedang mengandung menahan rasa sakit akan melahirkan. Ia bersandar pada pohon kurma dan hampir putus asa. 


Sebenarnya mudah bagi Allah utk menyenangkan hati Maryam, semudah Dia berhendak ketika Maryam bisa hamil tanpa sentuhan laki-laki. Tetapi Allah ingin dia berikhtiar dulu kemudian Allah datangkan bantuan.

QS Maryam 19:24-26

فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
(24) "Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
(25) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا
(26) maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.."

Allah akan menyelamatkan nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
Allah punya kuasa untuk langsung membelah laut, tetapi Allah ingin nabi Musa AS berikhtiar dulu. Caranya: Allah menyuruh pukulkan tongkatnya, kemudian laut terbelah. Mereka pun bisa menyeberang. Disusul oleh Fir'aun dan tentaranya, kemudian Allah tutup kembali laut sehingga mereka tenggelam. 

QS Taha 20:77-78

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ
(77) Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".

فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِ فَغَشِيَهُم مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ
(78) Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

QS Ash Shuara 26:63

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
(63) Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

Kesimpulannya:
Tawakal kepada Allah itu penting tetapi sebelumnya kita harus berikhtiar dulu. 

Rohani butuh nutrisi

Saat ini manusia berlomba-lomba utk hidup sehat. Infuse water, kangen water, detox, madu, organic food. Termasuk juga sudah mulai giat berolahraga: naik sepeda, lari marathon, yoga dsbnya.

Tujuan semuanya adalah agar mendapatkan tubuh yg sehat secara jasmani. 

Hanya kadang kita cenderung melupakan bahwa tubuh kita terdiri dari 2 komponen: jasmani (fisik) dan rohani (jiwa). Rohani juga butuh nutrisi. Bahkan rohani yg stress adalah sumber utama penyakit.

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (kitab) pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

"...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."

Islam mengajarkan hidup harus seimbang

QS Ar Rahman 55:9
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
"Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu."

Jadi bagaimana agar rohani terjamin juga nutrisinya?
Penuhi hak Al Qur'an yaitu 5D
Al Qur'an itu harus Dibaca-Dipahami-Diamalkan-Dihapalkan-Didakwahkan. 

Kebahagiaan yg hakiki adalah bahagia dunia dan akhirat. 

Malaikat atau Binatang Ternak?


Jika manusia mampu menggunakan akal dan pikirannya utk ketaatan kepada Allah, kedudukannya bisa lebih tinggi dari Malaikat. Tetapi jika akal dan pikirannya malah membuatnya jauh dari Allah, manusia bisa lebih rendah dari binatang ternak. 

Manusia lebih baik dari Malaikat jika dia taat pada Allah:
QS Al Baqarah 2:30-33

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
(30) Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
(31) Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
(32) Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ
(33) Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"

Sebaliknya jika manusia ingkar terhadap perintah Allah, perhatikan ayat dibawah ini:
QS Al Araf 7:179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
(179) Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Coba perhatikan binatang ternak misalnya sapi. Manut meskipun akan disembelih. Jadi manusia jika tidak mampu menggunakan mata, telinga dan hati yg telah Allah berikan utk memperhatikan ayat-ayat Allah, dia akan lebih sesat lagi karena akan masuk neraka jahanam.

Oleh sebab itu karena kita makhluk yg suka lupa. Perbanyak istighfar. Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Allah memaafkan setiap hambaNya tanpa kecuali bagi yg benar-benar minta ampun kepadaNya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yg selalu bertaubat atas salah dan khilaf kita. 

Tuesday, 29 September 2015

Culture vs Islam

Setiap perbuatan yg niatnya karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah Islam.

Setiap perbuatan yg tujuannya mendekatkan diri kepada Allah SWT, itu adalah ibadah. Dan Islam membimbing umatnya dalam beribadah. Ibadah yg dilakukan haruslah sesuai dengan Al Qur'an dan sunnah. Setiap ibadah yg dilakukan haruslah telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 

Jika tidak, maka:
1. Menganggap Rasulullah SAW tidak menyampaikan semua ajaran Allah. Padahal dalam haji wada', 9 Zulhijah thn ke 10H,  beliau menutup kutbahnya dengan pertanyaan, "Ya Allah, sudahkah kusampaikan?" 
Semua yg hadir menjawab, "Iya!"
Beliau berkata, "Ya Allah, saksikanlah ini!"
2. Jika ibadah tsb tidak dicontohkan artinya dianggap Allah telah berbohong bahwa Dia berfirman dalam QS Al Maidah 5:3 
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا   
"..Pada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah aku cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah aku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu..."

Ayat ini turun setelah kutbah Rasulullah SAW diatas. 

Sebaiknya hindari setiap aktivitas yg tujuannya ibadah tetapi hanya turunan (ikut-ikutan) yg tidak jelas dalilnya. 
Mengapa? Karena ibadah tsb tertolak. 

Thursday, 24 September 2015

Jumra stampede..mengapa?

Kecelakaan tiba-tiba karena panik (stampede) yg terjadi pd saat jemaah haji lempar jumra kemarin, meninggalkan banyak korban. 

Lempar jumra adh salah satu wajib haji, yaitu melempar 3 tugu jumra dgn masing-masing 7 kerikil kecil sambil berzikir. Sebagai simbolik perlawanan dan penghinaan kita terhadap syaitan seperti halnya saat nabi Ibrahim AS digoda saat haji.

QS Al Baqarah 2:203
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍا
"Dan berzikirlah dalam beberapa hari yang terbilang.."

Mengapa bisa terjadinya kecelakaan? Itulah mungkin langsung menjadi pertanyaan yg timbul saat mendengar peristiwa "stampede" ini. 

Bagi teman-teman yg belum haji atau teman-teman non muslim mungkin bingung, kok bisa? 

Ada beberapa hal yg perlu diketahui:

1. Saat lempar jumra adh saat yg paling kritikal karena orang pada saat itu sudah cukup lelah karena 2 hari kurang tidur di Mina-Arafah-Musdalifa. 

2. Total yg berhaji itu lebih dari 2jt orang, berkumpul ditempat yg sama dalam waktu yg bersamaan. 

3. Datang dari berpuluh negara dengan kebiasaan dan bahasa yang berbeda-beda. Sehingga kadang susah utk mengerti peraturan yg telah ditetapkan.

4. Banyak yg berangkat haji dgn bekal pas-pasan sehingga mereka menginap di tenda-tenda di pinggir jalan sehingga mengurangi luas jalan. Padahal jalan tersebut juga utk pejalan kaki, kursi roda bahkan kadang bus juga ada yg lewat. 

5. Karena kebiasaan di daerahnya tidak membuang sampah pada tempatnya, akhirnya kebiasaan ini terbawa. Sehingga banyaknya sampah mengakibatkan orang tergelincir karena massa sangat padat, mustahil berjalan melihat ke bawah. 

Itulah mengapa Rasulullah SAW bersabda, "Jihad yg paling utama adalah haji yg mabrur."

Semoga semua jemaah haji yg meninggal mabrur hajinya, mati sahid tanpa hisab di hari akhir. Yang sakit disegerakan kesembuhannya dan keluarga yg ditinggal diberikan ketabahan dan kesabaran. 

Semoga sebagai seorang muslim, kita semua bisa meninggal setelah menyempurnakan keislaman kita dengan menunaikan ibadah haji, mabrur. 

Sunday, 13 September 2015

Berapa harga ilmu bagi iman?

QS Ar Rahman 55:1-4

الرَّحْمَٰنُ١ عَلَّمَ الْقُرْآنَ٢ خَلَقَ الْإِنسَانَ٣ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ٤
1. Tuhan (Yang maha Pemurah), 2. Yang telah mengajarkan al Quran. 3. Dia menciptakan manusia. 4. Mengajarnya pandai berbicara.

Dua karunia terbesar Allah bagi manusia ciptaanNya. Diajarkan Al Qur'an dan berbicara.
Inilah ilmu, dasar bagi segala ucapan dan perbuatan. 
Inilah ilmu, penuntun hidup hingga kematian. 

Sesungguhnya Allah tidak ridho jika diibadahi dengan kebodohan. Maka Dia mewajibkan ilmu atas kita; dalam mengenalNya, menyembahNya, mentaatiNya dan melaksanakan aturan-aturanNya di segenap kehidupan kita. 

Untuk bisa beriman, harus berilmu terlebih dahulu. Rasa percaya tanpa ilmu akan mudah runtuh. Niat baik akan mudah goyah tanpa pengetahuan.

Ingatkah cerita Bani Israil?
1. Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri, ketika Musa mengalahkan para tukang sihir, tongkatnya menjadi ular dan tangannya memancarkan cahaya. 
2. Mereka mengalami dengan penuh kesadaran dijala lautan terbelah, berjalan diantara gunung air, Firaun ditenggelamkan. 
3. Mereka juga menikmati dengan lebih kelezatan manna dan salwa yang menjadi hidangan tanpa usaha, turun dari langit. 

Tetapi melihat patung sapi Samiri yang terbuat dari emas dan bisa berbunyi, serentak mereka kufur kembali. 

Subhanallah..betapa berharganya ilmu bagi iman. 

#Petikanilmudaribuku SalimAFillah:Lapis-lapis keberkahan

Sunday, 6 September 2015

YOLO

YOLO..You Only Live Once

Istilah yg sering didengar, yang kira-kira maksudnya: kamu hidup cuma sekali jadi nikmati ajaaaa!

Apa benar kita hanya hidup cuma sekali? 
Manusia itu mati dua kali dan hidup juga dua kali!
Loh..kok gitu? 
Disebut hidup adalah saat Allah menyatukan badan dengan jiwa(ruh) Sebaliknya mati adalah berpisahnya badan dengan jiwa. 

Sebelum manusia didalam perut ibunya dan dilahirkan kedunia, manusia mengalami mati yg pertama karena saat itu hanya ada jiwa manusia.

QS Al Araf 7:172 
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا
Dan ketika Allah mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.

Setelah lahir ke dunia, Allah memerintahkan manusia utk beriman kepadaNya dan mengerjakan kebaikan. 

Tapi mengapa kemudian manusia ingkar kepada Allah...

QS Al Baqarah 2:28
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

Jika kiamat telah tiba, maka semua manusia yang tadinya mati dibangkitkan kembali dan dikumpulkan untuk diminta pertanggung jawaban tentang kehidupan yg dijalaninya didunia. 

Nah, kehidupan setelah hari kiamat inilah, kehidupan yang abadi. Bisa di surga atau di neraka. 

Perbanyaklah berdoa: 
QS Al Furqan 25:65
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
Dan orang-orang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".




Anak sholeh adalah hadiah Allah

Sebagai orang tua, kita mengharapkan agar anak-anak bisa menjadi anak yg sholeh. Kehidupannya yang bahagia di dunia dan akhirat.

Ternyata anak sholeh bukanlah hasil kerja keras orang tua. Tetapi, anak sholeh adalah hadiah dari Allah utk orang tua yang berusaha menjadi orang sholeh karena mereka mempunyai keinginan agar anak-anak mereka sholeh. 

Bagaimana caranya? Orang tua hendaknya:
  1. Membiasakan dirinya bertaubat terutama saat 1/3 malam terakhir
  2. Memberi contoh
  3. Berikan makanan halal
  4. Carikan lingkungan yg baik. Jika lingkungan luar tidak baik, minimal lingkungan dalam keluarga memberi kenyamanan buat si anak
  5. Perbanyak doa. Doa bisa merubah takdir
Doa yang terbaik adalah doa yang terdapat di dalam Al Qur'an atau sunnah yang shahih, misalnya: 

QS Al Kahfi 18: 10
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami. 

HR Abu Daud No 5090 (salah satu bacaan zikir pagi-petang)
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Ya Allah, hanya RahmatMu yang aku harapkan maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. 


Berita gembira dari Rasulullah SAW

QS Al Baqarah 2:155-156
"...Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".
Saat seseorang merasa memiliki sesuatu dan kemudian dia tidak dapat memilikinya lagi, maka dia akan marah.
Misalnya,
  • Dompetnya dicuri orang, segepok uang yg baru diambil dari ATM melayang. 
  • Bekerja dari pagi sampai malam kena PHK. 
  • Anak yang dicintainya meninggal dunia. 
  • Yg tadinya sehat kemudian divonis kanker.
  • Yg lagi nyetir mobil barunya, tiba-tiba ditabrak sepeda motor. 
Tapi Allah mengingatkan kita dengan kalimat "Innalilahi wa inna ilaihi rojiun", yang artinyanya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali.
Maksudnya apa?
  1. Semua yang dimiliki saat ini harta, keluarga, pekerjaan, tubuh adalah pinjaman dari Allah. Manusia tidak punya apa-apa. 
  2. Setiap masalah di dunia ini hanya sementara. Mengapa? Karena Kehidupan di dunia juga hanya sementara.
Jika kita meyakini arti kalimat "Innalillahi wa inna ilahi rojiun", Insha Allah saat musibah terjadi hati bisa menjadi sabar.
Sabar adalah menahan diri dari sikap marah dalam menghadapi takdir Allah, kemudian diiringi usaha menyempurnakan ketaatan kepadaNya. Sabar dalam menghadapi musibah bisa mendekatkan kita kepada Allah, sehingga iman dan takwa meningkat.

Oleh sebab itu Allah memerintahkan nabi Muhammad SAW untuk memberikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar dalam menghadapi musibah.
Setiap masalah di dunia ini hanya sementara. Mengapa? Karena Kehidupan di dunia juga hanya sementara. Jika kita MEYAKINI arti kalimat "Innalilahi wa inna ilaihi rojiun"Insha Allah, saat musibah terjadi hati bisa menjadi sabar. Sabar adalah menahan diri dari sikap marah dalam menghadapi takdir Allah, kemudian diiringi usaha menyempurnakan ketaatan kepadaNya.Karena sabar dalam menghadapi musibah, bisa mendekatkan kita kepada Allah. Sehingga iman dan takwa jadi meningkatOleh sebab itu Allah memerintahkan Rasulullah SAW memberi berita gembira kepada orang-orang yang sabar saat menghadapi musibah.