Manusia yang paling mulia dalam kehidupan kita saat ini adalah Ibu kita.
QS Ali Imran 3:35
(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Maka lahirlah bayi perempuan dan diberi nama Maryam.
Perhatikan bagaimana do'a seorang ibu (ibunya Maryam) dikabulkan Allah...
1. Maryam tumbuh dan selalu mendapat rahmat yg besar dari Allah.
Ayat 37
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
2. Maryam menjadi inspirasi bagi nabi Zakaria as utk bedo'a kpd Allah agar memiliki anak meskipun dia sudah sangat tua dan istrinya mandul.
Ayat 38
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
3. Maryam tumbuh menjadi wanita yg mulia.
Ayat 42
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
4. Maryam dianugerahi anak yg kelak menjadi seorang nabi, nabi Isa as.
Ayat 45-46
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh".
Moral storynya:
1. Do'a ibu sangat mustajab. Tanpa disadari kadang kesuksesan seorang anak selama ini adalah buah dari doa ibunya kepada Allah.
Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya ditiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah.
2. Bersyukurlah jika orang tua kita masih hidup, terutama ibu kita. Muliakanlah mereka selalu.
Thursday, 8 December 2016
Muhasabah diri
Setiap sholat kita berjanji kepada Allah SWT, QS Al An'am 6:162
"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."
Muhasabah diri...Setelah selesai sholat, apakah kita menepati janji diatas?
Kenyataannya, kepada siapa hidup ini kita dedikasikan?
Betapa kita bekerja keras utk dapat hidup enak di dunia. Mengorbankan diri dan keluarga, bersusah payah bekerja keras dari pagi sampai malam utk dapat membeli rumah, mobil, makanan enak, liburan, pendidikan terbaik.
Tetapi apa yg telah kita berikan kepada Allah?
Bagaimana kualitas sholat kita?
Bagaimana kurban kita di hari Idul Adha kemarin?
Berapa banyak uang yg kita habiskan di jalan Allah dibandingkan dgn makan enak, belanja dan liburan kita.
Berapa banyak waktu kita habiskan belajar agama Allah?
Bagaimana usaha kita utk mendakwahkannya?
Karena sesungguhnya dihari akhir nanti kita akan ditanya..
1. Utk apa waktumu engkau gunakan?
2. Apakah engkau amalkan ilmumu?
3. Dari mana uangmu dan kemana engkau belanjakan?
4. Untuk apa capek lelah tubuhmu?
"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam."
Muhasabah diri...Setelah selesai sholat, apakah kita menepati janji diatas?
Kenyataannya, kepada siapa hidup ini kita dedikasikan?
Betapa kita bekerja keras utk dapat hidup enak di dunia. Mengorbankan diri dan keluarga, bersusah payah bekerja keras dari pagi sampai malam utk dapat membeli rumah, mobil, makanan enak, liburan, pendidikan terbaik.
Tetapi apa yg telah kita berikan kepada Allah?
Bagaimana kualitas sholat kita?
Bagaimana kurban kita di hari Idul Adha kemarin?
Berapa banyak uang yg kita habiskan di jalan Allah dibandingkan dgn makan enak, belanja dan liburan kita.
Berapa banyak waktu kita habiskan belajar agama Allah?
Bagaimana usaha kita utk mendakwahkannya?
Karena sesungguhnya dihari akhir nanti kita akan ditanya..
1. Utk apa waktumu engkau gunakan?
2. Apakah engkau amalkan ilmumu?
3. Dari mana uangmu dan kemana engkau belanjakan?
4. Untuk apa capek lelah tubuhmu?
Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian Hudaibiyah
Tahun ke-6 Hijriah, 1400-an umat muslim yg tinggal di Medinah dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW akan berhaji menuju Mekah dgn berjalan kaki selama hampir 1 bulan. Ketika rombongan mencapai lembah hudaibiyah, mereka dihadang pasukan Quraish. Mereka dilarang masuk ke kota Mekah dan melaksanakan haji.
Setelah bernegosiasi, disepakati "Perjanjian Hudaibiyah". Hampir semua isi kesepakan merugikan pihak muslim.
Usai menyelesaikan penulisan perjanjian itu, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat, “Bangkitlah, sembelihlah hewan kalian, kemudian bercukurlah!” Namun tak satu pun dari mereka yang bangkit. Rasulullah SAW mengulangi perintahnya hingga ketiga kalinya, namun tetap tak ada satu pun yang beranjak. Kemudian beliau menemui Ummu Salamah RA (istri beliau yg ikut dalam perjalanan tsb) dan menceritakan apa yang terjadi. Ummu Salamah pun memberikan gagasan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau ingin agar mereka melakukannya? Bangkitlah, jangan berbicara pada siapa pun hingga engkau menyembelih hewan dan memanggil seseorang untuk mencukur rambutmu.”
Rasulullah SAW mengikuti nasehat istrinya. Dan masalahpun selesai. Para sahabat memotong hewannya dan bercukur.
Allah menurunkan QS Al Fath 48:1
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"
Kemenangan sebenarnya adalah saat kita mampu menguasai emosi di saat marah, disaat titik terendah dari kekecewaan atau kesedihan kita. Karena musuh terbesar sebenarnya adalah nafsu itu sendiri.
Lesson learned:
1. Semakin mempelajari sunnah Rasulullah SAW, akan semakin cinta kepada hamba Allah yg paling mulia ini. Mari pelajari sirah Muhammad SAW.
2. Istri yg baik itu, akan selalu menjadi air penyejuk utk suaminya. Semoga kita para wanita bisa menjadi istri-istri yg bisa memberikan manfaat utk suami-suami kita.
Tahun ke-6 Hijriah, 1400-an umat muslim yg tinggal di Medinah dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW akan berhaji menuju Mekah dgn berjalan kaki selama hampir 1 bulan. Ketika rombongan mencapai lembah hudaibiyah, mereka dihadang pasukan Quraish. Mereka dilarang masuk ke kota Mekah dan melaksanakan haji.
Setelah bernegosiasi, disepakati "Perjanjian Hudaibiyah". Hampir semua isi kesepakan merugikan pihak muslim.
Usai menyelesaikan penulisan perjanjian itu, Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat, “Bangkitlah, sembelihlah hewan kalian, kemudian bercukurlah!” Namun tak satu pun dari mereka yang bangkit. Rasulullah SAW mengulangi perintahnya hingga ketiga kalinya, namun tetap tak ada satu pun yang beranjak. Kemudian beliau menemui Ummu Salamah RA (istri beliau yg ikut dalam perjalanan tsb) dan menceritakan apa yang terjadi. Ummu Salamah pun memberikan gagasan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah engkau ingin agar mereka melakukannya? Bangkitlah, jangan berbicara pada siapa pun hingga engkau menyembelih hewan dan memanggil seseorang untuk mencukur rambutmu.”
Rasulullah SAW mengikuti nasehat istrinya. Dan masalahpun selesai. Para sahabat memotong hewannya dan bercukur.
Allah menurunkan QS Al Fath 48:1
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"
Kemenangan sebenarnya adalah saat kita mampu menguasai emosi di saat marah, disaat titik terendah dari kekecewaan atau kesedihan kita. Karena musuh terbesar sebenarnya adalah nafsu itu sendiri.
Lesson learned:
1. Semakin mempelajari sunnah Rasulullah SAW, akan semakin cinta kepada hamba Allah yg paling mulia ini. Mari pelajari sirah Muhammad SAW.
2. Istri yg baik itu, akan selalu menjadi air penyejuk utk suaminya. Semoga kita para wanita bisa menjadi istri-istri yg bisa memberikan manfaat utk suami-suami kita.
Godaan Iblis
Masih dengan rasa sombongnya karena tidak mau bersujud di depan Adam, iblis meminta kepada Allah utk dipanjangkan umurnya dan diberikan kesempatan utk menggoda umat manusia sampai akhir hayatnya.
QS Al Araf 7:16-17
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Iblis berjanji menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri.
Dari depan: iblis menggoda dgn mengatakan alam akhirat itu tidak nyata. Surga neraka itu jauh, hidup manusia masih panjang. Sehingga manusia dibuat malas utk beriman kpd Allah dan mengerjakan amal baik. Misalnya diberatkan langkahnya ke majlis ilmu, malas menutup aurat, malas sholat, malas berhaji.
Dari belakang: manusia digoda utk mencintai dunia. Disibukkan dgn masalah materi; sibuk menghitung harta, takut miskin sehingga tidak mau berbagi. Disibukkan dgn kegiatan yg hanya bermanfaat di dunia ttp melupakan kegiatan yg memberi manfaat akhirat. Kesibukan yg membuatnya lalai.
Dari kanan: digoda niatnya, dgn cara manusia menjadi sombong dan riya setelah beramal baik. Niatnya membantu, akhirnya yg dibantu diomongin dibelakangnya. Niat haji atau umrah agar dipandang baik dimata orang lain. Niat sedekah agar dikatakan dermawan. Menganggap diri sendiri sudah baik dan sementara orang lain tidak.
Dari kiri: iblis mengajak utk mengerjakan perbuatan yg tidak diridhoiNya. Misalnya: berzina, minum-minum yg memabukkan, marah, menggibah, memfitnah.
Lalu apa yg harus kita lakukan?
1. Bertaubatlah (istighfar) segera.
2. Minta perlindungan Allah, katakanlah "'auzubillahi minnas shaitan nirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yg terkutuk."
3. Dan bacalah QS An Nas 144:1-6
di pagi dan sore hari:
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yg memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
QS Al Araf 7:16-17
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Iblis berjanji menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri.
Dari depan: iblis menggoda dgn mengatakan alam akhirat itu tidak nyata. Surga neraka itu jauh, hidup manusia masih panjang. Sehingga manusia dibuat malas utk beriman kpd Allah dan mengerjakan amal baik. Misalnya diberatkan langkahnya ke majlis ilmu, malas menutup aurat, malas sholat, malas berhaji.
Dari belakang: manusia digoda utk mencintai dunia. Disibukkan dgn masalah materi; sibuk menghitung harta, takut miskin sehingga tidak mau berbagi. Disibukkan dgn kegiatan yg hanya bermanfaat di dunia ttp melupakan kegiatan yg memberi manfaat akhirat. Kesibukan yg membuatnya lalai.
Dari kanan: digoda niatnya, dgn cara manusia menjadi sombong dan riya setelah beramal baik. Niatnya membantu, akhirnya yg dibantu diomongin dibelakangnya. Niat haji atau umrah agar dipandang baik dimata orang lain. Niat sedekah agar dikatakan dermawan. Menganggap diri sendiri sudah baik dan sementara orang lain tidak.
Dari kiri: iblis mengajak utk mengerjakan perbuatan yg tidak diridhoiNya. Misalnya: berzina, minum-minum yg memabukkan, marah, menggibah, memfitnah.
Lalu apa yg harus kita lakukan?
1. Bertaubatlah (istighfar) segera.
2. Minta perlindungan Allah, katakanlah "'auzubillahi minnas shaitan nirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yg terkutuk."
3. Dan bacalah QS An Nas 144:1-6
di pagi dan sore hari:
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yg memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Raising children
Raising children in a non Muslim environment is quite challenging but it has some benefits too...
1. They don't take being a Muslim for granted just because they were born as a Muslim. So they don't judge people as a kafir just because they aren't Muslims yet. We try to teach them how to be good Muslims and invite people to the path of Allah by being a good example to create a positive name for Islam.
2. It motivates us as a parent to learn more and practice the religion properly, because we are the only ones who can teach them about Islam here. We only have two choices either we introduce them to islam or not at all.
3. They will ask a lot of questions, specifically challenging ones, which requires your patience so that you can answer wisely and correctly. So they learn to practice being a Muslim with knowledge and understanding.
Off course there is some bumpy roads on the journey. But we consider those unpleasant bumps as a test. Because our purpose is to stay on the path of Allah till the end of our life.
Some people run, some people walk fast but some people walk very slow on the path to Allah but we must respect and appreciate them. As long as they keep trying to stay on the right path.
We remind ourselves and our children about QS Ali Imran 3:102:
"O you who believe! Fear Allah (by doing all that He has ordered and by abstaining from all that He has forbidden) as He should be feared. And do not die unless you are Muslims (with complete submission to Allah)."
1. They don't take being a Muslim for granted just because they were born as a Muslim. So they don't judge people as a kafir just because they aren't Muslims yet. We try to teach them how to be good Muslims and invite people to the path of Allah by being a good example to create a positive name for Islam.
2. It motivates us as a parent to learn more and practice the religion properly, because we are the only ones who can teach them about Islam here. We only have two choices either we introduce them to islam or not at all.
3. They will ask a lot of questions, specifically challenging ones, which requires your patience so that you can answer wisely and correctly. So they learn to practice being a Muslim with knowledge and understanding.
Off course there is some bumpy roads on the journey. But we consider those unpleasant bumps as a test. Because our purpose is to stay on the path of Allah till the end of our life.
Some people run, some people walk fast but some people walk very slow on the path to Allah but we must respect and appreciate them. As long as they keep trying to stay on the right path.
We remind ourselves and our children about QS Ali Imran 3:102:
"O you who believe! Fear Allah (by doing all that He has ordered and by abstaining from all that He has forbidden) as He should be feared. And do not die unless you are Muslims (with complete submission to Allah)."
Jiwa yang suci
Kita tidak mungkin bisa membersihkan hati atau jiwa ini 100%. Tetapi seseorang yg ikhlas dan selalu berusaha membersihkan hatinya, itulah suatu kesuksesan.
QS Asy Syam 91-9
"sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,"
Sehingga kita bisa menjadi hamba Allah yg lebih baik, lebih bersih hati dan jiwanya. Karena hati yg kotor menyimpan...rasa iri hati, pemarah, pembohong, penipu, perkataan kotor yg keluar dari mulut dan obsesi-obsesi lain terhadap hal yg dimurkai Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hati terhindar dari 4 hal yg berdampak buruk bagi hidup di dunia dan di akhirat.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa puas dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR . Muslim no. 2722)
💐Ilmu yg tidak bermanfaat adalah Ilmu yg hanya menjadi sebatas pengetahuan ttp tidak keluar menjadi amal sehari-hari, ilmu hanya utk popularitas, ilmu yg tidak disampaikan kpd orang lain, ilmu kemaksiatan.
💐Hati yg tidak khusyuk adalah hati yg membatu utk mengingat Allah. Seorang yang khusyuk saat melaksanakan ibadah, niscaya akan merasakan nikmatnya berbisik dan memohon kepada Sang Penciptanya. Hatinya menjadi damai dan selalu tenteram mengingatNya.
💐Harta dan jabatan tidak mampu mengantar manusia kpd kepuasan hidup. Berusaha mensyukuri semua nikmat yg telah Allah takdirkan adalah tanda kepuasan jiwa.
💐Manusia tidak mampu mendatangkan manfaat utk dirinya sendiri tanpa bantuan Allah. Ketidak taat-an kpdNya bisa menghambat terkabulnya doa.
Tetapi ingatlah selalu..Doa itu sendiri adalah ibadah. Bisa jadi, karena Allah suka dengan rintihan hamba kepadaNya. Seandainya segera dikabulkan doanya, bisa jadi dia tidak lagi merintih di hadapan Rabbnya. Selalu berpikiran positif thd Allah😊
Semoga Allah memberikan ketakwaan dan mensucikan hati kita. Karena Dialah sebaik-baik Yang Menjaga dan Mensucikan hati ini.
QS Asy Syam 91-9
"sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,"
Sehingga kita bisa menjadi hamba Allah yg lebih baik, lebih bersih hati dan jiwanya. Karena hati yg kotor menyimpan...rasa iri hati, pemarah, pembohong, penipu, perkataan kotor yg keluar dari mulut dan obsesi-obsesi lain terhadap hal yg dimurkai Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hati terhindar dari 4 hal yg berdampak buruk bagi hidup di dunia dan di akhirat.
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa puas dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR . Muslim no. 2722)
💐Ilmu yg tidak bermanfaat adalah Ilmu yg hanya menjadi sebatas pengetahuan ttp tidak keluar menjadi amal sehari-hari, ilmu hanya utk popularitas, ilmu yg tidak disampaikan kpd orang lain, ilmu kemaksiatan.
💐Hati yg tidak khusyuk adalah hati yg membatu utk mengingat Allah. Seorang yang khusyuk saat melaksanakan ibadah, niscaya akan merasakan nikmatnya berbisik dan memohon kepada Sang Penciptanya. Hatinya menjadi damai dan selalu tenteram mengingatNya.
💐Harta dan jabatan tidak mampu mengantar manusia kpd kepuasan hidup. Berusaha mensyukuri semua nikmat yg telah Allah takdirkan adalah tanda kepuasan jiwa.
💐Manusia tidak mampu mendatangkan manfaat utk dirinya sendiri tanpa bantuan Allah. Ketidak taat-an kpdNya bisa menghambat terkabulnya doa.
Tetapi ingatlah selalu..Doa itu sendiri adalah ibadah. Bisa jadi, karena Allah suka dengan rintihan hamba kepadaNya. Seandainya segera dikabulkan doanya, bisa jadi dia tidak lagi merintih di hadapan Rabbnya. Selalu berpikiran positif thd Allah😊
Semoga Allah memberikan ketakwaan dan mensucikan hati kita. Karena Dialah sebaik-baik Yang Menjaga dan Mensucikan hati ini.
Takdir
Cerita seorang Raja dan Pembantunya ttg Takdir Allah.
Suatu ketika Raja sedang bermain-main dgn pisau dan tidak sengaja jari tangannya terpotong. Pembantunya berkata, "Takdir Allah itu baik, Insha Allah."
Raja marah, "Apa menurutmu baik untukku, jariku terpotong?" Kemudian Raja memerintahkan agar pembantunya dipenjarakan. Dalam perjalanannya ke penjara Pembantu berkata, "Takdir Allah itu baik, Insha Allah."
********
Seperti biasa, tiap minggu Raja dan pembantunya ini berburu ke hutan. Tetapi kali ini Raja pergi sendiri, tanpa pembantunya karena pembantunya telah masuk penjara. Tanpa disadari, Raja tersesat di hutan dan ditangkap oleh suku yg menyembah patung. Dan pada hari itu adalah hari mereka menyerahkan kurban manusia utk Tuhan mereka.
Singkat cerita, Raja akan dijadikan kurban. Tetapi saat melihat jari Raja yg terpotong, mereka membatalkan karena mereka tidak mau menyerahkan kurban yg cacat kepada Tuhan mereka. Akhirnya Raja dilepaskan.
Saat pulang ke istananya Raja menyadari bahwa dia selamat karena jarinya yg terpotong.
Kemudian Raja mengunjungi pembantunya yg dipenjara dan menceritakan kejadian yg dialaminya. Kemudian Raja berkata, "Sekarang aku mengerti Takdir Allah dgn jariku yg terpotong, aku jadi selamat. Tetapi bagaimana dgnmu? Mengapa Takdir Allah engkau dipenjara ini baik menurutmu?"
Pembantunya menjawab, "Jika aku bersamamu dalam perjalanan tsb, mungkin aku yg akan dibunuh utk kurban mereka😀."
Inilah Iman!
QS Al Baqarah 2:216
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Suatu ketika Raja sedang bermain-main dgn pisau dan tidak sengaja jari tangannya terpotong. Pembantunya berkata, "Takdir Allah itu baik, Insha Allah."
Raja marah, "Apa menurutmu baik untukku, jariku terpotong?" Kemudian Raja memerintahkan agar pembantunya dipenjarakan. Dalam perjalanannya ke penjara Pembantu berkata, "Takdir Allah itu baik, Insha Allah."
********
Seperti biasa, tiap minggu Raja dan pembantunya ini berburu ke hutan. Tetapi kali ini Raja pergi sendiri, tanpa pembantunya karena pembantunya telah masuk penjara. Tanpa disadari, Raja tersesat di hutan dan ditangkap oleh suku yg menyembah patung. Dan pada hari itu adalah hari mereka menyerahkan kurban manusia utk Tuhan mereka.
Singkat cerita, Raja akan dijadikan kurban. Tetapi saat melihat jari Raja yg terpotong, mereka membatalkan karena mereka tidak mau menyerahkan kurban yg cacat kepada Tuhan mereka. Akhirnya Raja dilepaskan.
Saat pulang ke istananya Raja menyadari bahwa dia selamat karena jarinya yg terpotong.
Kemudian Raja mengunjungi pembantunya yg dipenjara dan menceritakan kejadian yg dialaminya. Kemudian Raja berkata, "Sekarang aku mengerti Takdir Allah dgn jariku yg terpotong, aku jadi selamat. Tetapi bagaimana dgnmu? Mengapa Takdir Allah engkau dipenjara ini baik menurutmu?"
Pembantunya menjawab, "Jika aku bersamamu dalam perjalanan tsb, mungkin aku yg akan dibunuh utk kurban mereka😀."
Inilah Iman!
QS Al Baqarah 2:216
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Ibadurahman
Allah menyebut 8 karakteristik orang yg tergolong 'Ibadurahman (hamba Allah Yang Maha Pemurah Ar-Rahman) dlm QS Al Furqan 25:63-74.
Salah satu karakteristik itu, di ayat 63:
"Ibadurahman adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil berhadapan dgn mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang tenang dan damai.
*******
Seorang wanita tua melintasi gurun pasir dengan membawa beban berat. Kemudian seorang lelaki muda datang menawarkan diri mengangkat bawaannya.
Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan. "Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya", kata wanita itu. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya.
Wanita itu melanjutkan, "Tolong dalam perjalanan kita, jangan kau sebut-sebut nama Muhammad, karena nama tsb sangat mengganggu pikiranku.
Muhammad telah memecah belah keluarga, anak terhadap bapaknya, istri terhadap suami. Orang tsb mengajak meninggalkan tuhan-tuhan yg selama ini mereka sembah. Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak dgn menjanjikan bahwa mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya."
Singkat cerita, mereka sampai ditujuan. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan."
Lelaki itupun membalik hendak pergi, kemudian wanita tua itu berkata,"Oiya..siapakah namamu anak muda?" Lelaki itu menjawab, "Namaku Muhammad."
Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusanNya.“
Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.
Betapa agungnya pribadi beliau.
Itulah sunnah Nabi kita Muhammad SAW. Yukkkk...jadikan akhlak mulia Rasulullah SAW sbg contoh tauladan dalam menyikapi kehidupan ini.
Salah satu karakteristik itu, di ayat 63:
"Ibadurahman adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil berhadapan dgn mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang tenang dan damai.
*******
Seorang wanita tua melintasi gurun pasir dengan membawa beban berat. Kemudian seorang lelaki muda datang menawarkan diri mengangkat bawaannya.
Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan. "Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya", kata wanita itu. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya.
Wanita itu melanjutkan, "Tolong dalam perjalanan kita, jangan kau sebut-sebut nama Muhammad, karena nama tsb sangat mengganggu pikiranku.
Muhammad telah memecah belah keluarga, anak terhadap bapaknya, istri terhadap suami. Orang tsb mengajak meninggalkan tuhan-tuhan yg selama ini mereka sembah. Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak dgn menjanjikan bahwa mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya."
Singkat cerita, mereka sampai ditujuan. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan."
Lelaki itupun membalik hendak pergi, kemudian wanita tua itu berkata,"Oiya..siapakah namamu anak muda?" Lelaki itu menjawab, "Namaku Muhammad."
Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusanNya.“
Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.
Betapa agungnya pribadi beliau.
Itulah sunnah Nabi kita Muhammad SAW. Yukkkk...jadikan akhlak mulia Rasulullah SAW sbg contoh tauladan dalam menyikapi kehidupan ini.
Musibah: hukuman atau ujian?
Jika suatu musibah terjadi pada kita...
Apakah ini terjadi karena kita telah melakukan suatu kesalahan
ATAU ini adalah takdir dan ujian dari Allah?
Bandingkan dua ayat dibawah ini:
QS Ali Imran 3:165
"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar setahun sebelumnya), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
DENGAN
QS At Taghabun 64:11
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
*******
Jika kita jelas-jelas nyetir mobil secara ugal-ugalan kemudian mengalami kecelakaan, maka ini bukanlah takdir dan ujian dari Allah. Orang yg suka mengkonsumsi junk food kemudian terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, ini bukan takdir Allah. Ini semua terjadi karena kesalahan dan kelalaian manusia itu sendiri.
Tetapi jika suatu kejadian diluar kendali kita, misalnya kematian anggota keluarga, kehidupan yg terus miskin, bencana alam bahkan seseorang kehilangan pekerjaan atau kecelakaan atau sakit yg di derita, bisa jadi ini semua bukan karena kesalahannya. Disini kita harus yakin ini dari Allah dan ini adalah ujian.
********
Saat muslim Mekah disiksa oleh Quraish, jelas ini merupakan ujian dari Allah utk menguji kesabaran mereka.
Tetapi saat umat Islam kalah pada perang uhud (lihat ayat diatas), karena si pemanah sengaja meninggalkan posisi yg seharusnya mereka jaga sehingga tentara muslim banyak yg gugur syahid bahkan Rasulullah SAW cedera parah saat itu. Ini terjadi karena kesalahan mereka sendiri.
*********
Apapun alasan terjadinya suatu musibah baik itu karena kesalahan sendiri atau takdir Allah, kita harus mampu menjaga keimanan selama musibah terjadi.
Mengapa?
Ketika musibah menimpa, biasanya orang kehilangan keimanannya, mempertanyakan Tuhan, "Mengapa Allah lakukan ini padaku?" Jika Dia mencintaiku, menciptakanku, memenuhi kebutuhanku, mengapa Dia membiarkan penderitaan ini?"
Allah berfirman di ayat diatas, barangsiapa yg bisa mempertahankan imannya saat terjadi musibah maka Allah akan memberinya hadiah yaitu Dia akan membimbing hatinya. Tidak ada hadiah yg lebih berharga dari jaminan Allah "Membimbing hati manusia tsb jika dia sabar dalam musibah yg di alaminya." 😊
Apakah ini terjadi karena kita telah melakukan suatu kesalahan
ATAU ini adalah takdir dan ujian dari Allah?
Bandingkan dua ayat dibawah ini:
QS Ali Imran 3:165
"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar setahun sebelumnya), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
DENGAN
QS At Taghabun 64:11
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
*******
Jika kita jelas-jelas nyetir mobil secara ugal-ugalan kemudian mengalami kecelakaan, maka ini bukanlah takdir dan ujian dari Allah. Orang yg suka mengkonsumsi junk food kemudian terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi, diabetes, ini bukan takdir Allah. Ini semua terjadi karena kesalahan dan kelalaian manusia itu sendiri.
Tetapi jika suatu kejadian diluar kendali kita, misalnya kematian anggota keluarga, kehidupan yg terus miskin, bencana alam bahkan seseorang kehilangan pekerjaan atau kecelakaan atau sakit yg di derita, bisa jadi ini semua bukan karena kesalahannya. Disini kita harus yakin ini dari Allah dan ini adalah ujian.
********
Saat muslim Mekah disiksa oleh Quraish, jelas ini merupakan ujian dari Allah utk menguji kesabaran mereka.
Tetapi saat umat Islam kalah pada perang uhud (lihat ayat diatas), karena si pemanah sengaja meninggalkan posisi yg seharusnya mereka jaga sehingga tentara muslim banyak yg gugur syahid bahkan Rasulullah SAW cedera parah saat itu. Ini terjadi karena kesalahan mereka sendiri.
*********
Apapun alasan terjadinya suatu musibah baik itu karena kesalahan sendiri atau takdir Allah, kita harus mampu menjaga keimanan selama musibah terjadi.
Mengapa?
Ketika musibah menimpa, biasanya orang kehilangan keimanannya, mempertanyakan Tuhan, "Mengapa Allah lakukan ini padaku?" Jika Dia mencintaiku, menciptakanku, memenuhi kebutuhanku, mengapa Dia membiarkan penderitaan ini?"
Allah berfirman di ayat diatas, barangsiapa yg bisa mempertahankan imannya saat terjadi musibah maka Allah akan memberinya hadiah yaitu Dia akan membimbing hatinya. Tidak ada hadiah yg lebih berharga dari jaminan Allah "Membimbing hati manusia tsb jika dia sabar dalam musibah yg di alaminya." 😊
Subscribe to:
Posts (Atom)